PSIKOANALISIS SOSIAL HORNEY

BIOGRAFI

* Lahir di Hamburg, Jerman, tanggal 16 september 1885 dan meninggal di New York City tanggal 4 Desember 1952.

* Menempuh pendidikan di kedokteran Universitas Berlin dan bekerja di Institut Psikoanalisis Berlin dari tahun 1918 sampai 1932

* Ia bersama sejemlah tokoh lain mendirikan Asociation for the Advancement of Psychoanalysist dan American Institute of Psychoanalysist.

* Horney sangat berkeberatan dengan konsep Freud, yaitu:

1.      Teori Freud terlalu mekanistik dan biologik sehingga tidak bisa menggambarkan keutuhan motivasi dan tingkah laku manusia.

2.      Perhatian Freud terhadap inter relasi manusia sangat kecil, sehingga berakibat penekanan yang salah pada motivasi seksual dan konflik.

3.      Tingkah laku agresif dan destruksi bukn hereditas seperti yang dikemukakan Freud, tetapi merupakan sarana bagaimana orang beusaha melindungi kemanannya.

4.      Freud berpendapat penis envy adalah gambaran wanita yang inferior dan cemburu karena peran kelaminnya lebih rendah dari laki-laki sedang Horney (dan Adler) berpendapat bahwa penis envy adalah simbolik wanita yang menginginkan persamaan status dan kekuasaan seperti pria.

Read the rest of this entry »

Obesitas alias Kegemukan Pada Anak

Ada banyak alasan medis kenapa anak tidak boleh gemuk. Kebangkitan ekonomi, perubahan kultur, dan teknologi pangan melahirkan generasi anak gemuk. Padahal gemuk sejak kecil itu tidak sehat.

Mengapa banyak anak gemuk sekarang?

Bukan saja di negara-negara maju, di negara sedang berkembang seperti Indonesia, di kota maupun di sebagian desa, semakin banyak ditemukan anak yang gemuk. Tidak selalu harus berasal dari keluarga kecukupan. Makan nasi melebihi porsi pun bisa saja bikin badan jadi luar biasa subur.

Gemuk sudah menjadi wabah di dunia. Dulu, negara-negara di Afrika banyak yang kelaparan. Sekarang, pusat-pusat pelangsingan tubuh sudah mulai banyak bermunculan di sana. Pola makan berlebih dan harga buah serta sayur-mayur lebih tinggi dari harga gorengan, gula, dan camilan, itulah yang menjadikan tubuh cenderung kelebihan kalori.

Gemuk juga untuk sebagian orang masih menyimpan lambang kemakmuran. Benar. Sebagian besar orang tua, ibu khususnya, menginginkan anaknya berbadan gemuk. Selain lucu, anak montok juga melambangkan keluarga yang makmur. Pesan keliru yang diwariskan sebagai mitos inilah yang perlu dikoreksi, oleh karena anak yang tidak gemuklah yang sebetulnya didambakan pemerintah di negara maju. Di mana-mana negara maju, lebih banyak manajer yang tidak gemuk dibanding yang gemuk.

Kini, Amerika Serikat tengah bergulat menghadapi anak sekolah yang lebih separo populasinya tergolong gemuk. Sebagian besar membutuhkan konsultasi dokter. Berbagai upaya dilakukan, namun belum seluruhnya teratasi. Kita bisa memaklumi kalau anak Amerika cenderung kelebihan berat badan, mungkin sudah sejak usia bayi mula. Namun, kalau banyak pula anak-anak kita yang gemuk, tentu ada yang keliru dalam pola dan kebiasaan makan mereka. Junk food adalah salah satu penyebabnya.

Anak-anak di negara maju, pilihan menunya-lah yang cenderung membuat mereka jadi kelebihan berat badan. Kita memahami, menu junk food kaya lemak, boros gula, dan garam, serta sangat tinggi kalori. Lidah anak zaman sekarang sudah terkondisikan dengan cita rasa gurih, manis, asin, dan serba berbumbu. Itu pula yang menggiring mereka tidak lagi begitu menyukai menu meja makan ibu.

Demikian pula agaknya anak-anak kita di perkotaan. Mereka sudah terkondisikan pula oleh menu harian yang serba junk food di luar rumah, dan kehilangan selera makannya di meja makan ibu. Semakin dimanjakan anak oleh menu di luar rumah yang cenderung melebihi porsi kebutuhan tubuh, semakin besar potensi untuk menjadi gemuk, dan terus bertambah gemuk.

Anak dan bayi di pedesaan, yang bukan dari keluarga kecukupan pun, sudah tercemar oleh pilihan menu (jajanan) yang sekaliber junk food, kalau jenis jajanan pizza, burger, atau hot dog sudah masuk desa, selain penganan yang serba manis, dan berlemak tinggi.

Selain itu, rata-rata bayi di desa juga sudah lebih dini dan belum waktunya diperkenalkan jenis makanan padat, sehingga badannya rata-rata melebihi ukuran seusianya, mungkin lantaran ketidaktahuan. Memberi nasi, pisang, bubur, sebelum bayi berumur 5 bulan, salah satu penyebab kenapa banyak bayi di pedesaan yang gembrot.

Kegemukan sejak bayi tidak boleh terjadi, oleh karena pola dan ukuran sel-sel lemak tubuhnya sudah telanjur terbentuk salah. Selain jumlah sel-sel lemaknya terbentuk lebih banyak dari anak normal, ukurannya pun lebih besar. Itu maka, sebaiknya anak tidak gemuk sejak usia bayi. Gemuk yang sudah telanjur terbentuk, sukar mengempiskannya lagi, kecuali menerimanya saja sebagai bakat yang dibawanya sampai usia dewasa. Read the rest of this entry »

Aku dan suamiku

Apa lagi yang gak kusyukuri dalam hidupku ini. Hampir semua hal di hidupku jadi bagian yang penuh pelajaran buatku. Di usiaku yang sudah berada di titik 23 ini, betapa banyak hal yang telah kurasakan, kualami, kupikirkan, kulakukan dan kuangankan. Aku bersyukur dengan suamiku yang sampai detik ini bukanlah seorang suami penuntut. Dia gak pernah bosen jadi ojek setiaku sekaligus pemijat punggungku di kala lelah. Syukurku pada kehidupan yang sedang kubangun berdua dengannya. Bahkan ketika materi membangunkanku dari tidur panjangku. Membuatku belajar menghargai rezeki sekecil apapun yang kita dapat. Gak perlu merasa menderita, cukup merasa bahwa belum saatnya mendapatkan yang lebih. Semua yang diberi Tuhan cukup sesuai dengan yang kubutuhkan. Tapi Tuhan gak pernah membatasi daya kreatif kita. Kalo aku mau berusaha lebih banyak lagi pasti rezeki yang diberikanNya juga akan setimpal dengan usahaku. Membuatku belajar untuk gak perlu menghargai materi secara berlebihan. Semua ada masanya. Tuhan memberi kita pelajaran bahwa orang kaya diuji dengan kekayaannya agar mau berderma untuk orang yang gak seberuntung dirinya. Sementara orang miskin diuji dengan kekuatannya untuk bersabar dan tetap istiqomah dalam imannya pada Tuhan meskipun tanpa harta. Keduanya sama-sama berat dan masing-masing punya konsekuensi sendiri.

Puisi WS. Rendra: “Kangen”

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku

menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

kau tak akan mengerti segala lukaku

kerna luka telah sembunyikan pisaunya.

Membayangkan wajahmu adalah siksa.

Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.

Engkau telah menjadi racun bagi darahku.

Apabila aku dalam kangen dan sepi

itulah berarti

aku tungku tanpa api.

Puisi WS. Rendra: “Sajak Seorang Tua Untuk Istrinya”

Aku tulis sajak ini, untuk menghibur hatimu
Sementara kau kenangkan encokmu
Kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita, yang hampir rampung
Dan dengan lega akan kita lunaskan

Kita tidaklah sendiri dan terasing dengan nasib kita
Karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan
Suka duka kita bukanlah istimewa
Karena setiap orang mengalaminya

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
Bekerja membalik tanah
Memasuki rahasia langit dan samudra
Serta mencipta dan mengukir dunia
Kita, menyandang tugas

Karena tugas adalah tugas
Bukannya demi sorga atau neraka
Tetapi demi kehormatan seorang manusia!

Karena sesungguhnya, kita bukan debu
Meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu
Kita adalah kepribadian
Dan harga kita adalah kehormatan kita…

Tolehlah lagi kebelakang
Ke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapuskannya
Lihatlah! Betapa tahun tahun kita penuh warna
Sembilan puluh tahun yang dibelai napas kita
Sembilan puluh tahun yang selalu bangkit
Melewatkan tahun tahun lama yang porak poranda

Dan kenangkanlah pula,
Bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa
Menghadapi langit dan bumi
Dan juga…nasib kita

Kita tersenyum bukanlah karena bersandiwara
Bukan karena senyuman adalah satu kedok
Tetapi karena senyuman adalah satu sikap
Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama, nasib, dan…kehidupan

Lihatlah! Sembilan puluh tahun penuh warna
Kenangkanlah, bahwa kita telah selalu menolak menjadi korban
Kita menjadi goyah dan bongkok
Karena usia nampaknya lebih kuat dari kita
Tapi, bukan karena kita telah terkalahkan!

Aku tulis sajak ini, untuk menghibur hatimu
Sementara kamu kenangkan encokmu
Kenangkanlah pula,
Bahwa kita ditantang seratus dewa!

:sinta:

Puisi WS. Rendra: “Sering kali aku berkata”

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan-Nya,
bahwa rumahku hanya titipan-Nya,
bahwa hartaku hanya titipan-Nya,
bahwa anakku hanya titipan-Nya,

tetapi,

mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkannya padaku?
untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan
untuk milik-Nya ini?

adakah aku memiliki hak atas
sesuatu yang bukan milikku?
mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan
itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah “derita”.

ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok
dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,

Seolah .

semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah .

keadilan dan kasih-Nya harus
berjalan seperti matematika

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.

kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusan-Nya yang tak
sesuai keinginanku,

Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah.
“ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”

Schizophrenia

Dalam karyanya Schizophrenia: Straight Talk for Family and Friends, Maryellen Walsh mengatakan “Disebagian besar orang-orang normal, sistem penghubung dalam otak bekerja dengan baik. Seluruh persepsi yang masuk dikirimkan melalui jalur tanpa adanya hambatan, kemudian perasaan, pikiran serta tindakan yang tepat dihasilkan sebagai respon terhadap dunia luar. Dalam otak yang mengidap schizophrenia, persepsi tetap masuk tetapi mengambil rute yang salah atau mengalami kemacetan dan berakhir di tempat tujuan yang salah pula”.

Beberapa ilmuwan yang pernah meneliti serta memperkenalkan tentang schizophrenia beserta pembagian jenis-jenisnya antara lain : Emil Kraeplein (1856-1926), Eugen Bleuler (1857-1939), Gabriel Langfeldt, Kurt Schneider (1887-1967).

Sebagian besar orang masih menganggap schizophrenia sebagai penyakit yang sangat menakutkan dan mengancam . Hal ini utamanya akan dirasakan berat bagi anggota keluarga yang memiliki kerabat dengan penyakit ini. Oleh karena itu perlu diagnosis yang tepat dari ahlinya untuk menentukan seseorang benar-benar menderita schizophrenia atau tidak. Hal ini dikarenakan gambaran klinisnya hampir sama dengan beberapa ganguan psikotik, seperti Gangguan Skizofreniform, dan Brief Psychotic Disorder.

Penderita schizophrenia tetap harus mendapatkan pertolongan serta support group untuk menghadapi penyakitnya ini, dimana mereka kini tidak merasa sedang bermasalah dengan dirinya. Beberapa hal yang harus dilakukan keluarga pasien schizophrenia menghadapi keluarga dengan penyakit ini antara lain : Read the rest of this entry »

Numpang Rumah Mertua

Memasuki bulan ketujuh pernikahanku dengan suami, rasanya belum banyak yang berubah dari perjalanan rumah tangga kami ini. Soal keuangan, yah meski tak sampai kelaparan, kami berdua juga tak bisa segera melunasi beberapa tagihan yang slalu menunggu tiap bulan untuk dibayarkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa keuangan merupakan satu hal yang penting juga dalam menjaga keutuhan sebuah rumah tangga seseorang. Beberapa kasus kekerasan dalam rumh tangga yang kujumpai pun juga tak luput dari peran keuangan itu.

Salah satunya jalinan hubungan suami istri yang notabene masih numpang di PMI (Pondok Mertua Indah) yang juga sudah dikaruniai seorang anak ini. Kebetulan aku dan suamiku kenal dekat dengan keluarga baru itu. Rumah tangga ini memang diawali dengan sedikit ‘maksa’. Sebenarnya bukan sebuah apologi juga sih untuk membenarkan apa yang sedang terjadi sekarang ini dengan rumah tangga mereka.

Kedua insan manusia yang masih sama-sama muda ini belum dapat mengkompromikan ego masing-masing agar hubungan tetap terjalin sewajarnya suami istri. Mengawali kehidupan dengan menumpang di rumah mertua, awalnya hanyalah akan digunakan sebagai batu loncatan semata sebelum mencari tempat tinggal sendiri. Namun, hingga kelahiran sang jabang bayi hingga usia satu tahun sang suami belumlah mengambil keputusan atau pun sebuah usaha untuk segera mencari tempat tinggal sendiri. Belum lagi beberapa waktu yang lalu, rumah tangga mereka juga diwarnai tindak kekerasan oleh sang suami baik melalui fisik dan psikis, yang akhirnya sang istri juga ikut membalas dengan perilaku serupa meski hanya dalam bentuk tekanan psikis saja. Untunglah meskipun awalnya sampai melibatkan kedua belah orang tua masing-masing pihak, akhirnya mereka berdua bisa didamaikan lagi, namun kini dengan membawa dendam ego yang telah bercokol di hati masing-masing. Read the rest of this entry »

Dibalik Trend Nikah Dini di Kalangan Remaja Muslim Perkotaan

56% wanita Indonesia berusia 20-25, memilih menikah dlm usia muda. Demikian hasil survey GroupM, sebuah perusahaan media specialist Indonesia (Jawa Pos 27/09/06). Sayangnya, tak diungkapkan juga kecenderungan lawan jenis di kelompok usia yang sama. Padahal survey itu bisa dianggap menggambarkan peta insight kecenderungan sosial kelas menengah masyarakat perkotaan di Indonesia. Apakah angka itu cukup untuk membuat kesimpulan bahwa telah terjadi perubahan sosial cukup signifikan dalam kecenderungan sosial remaja kita?!

Dalam pandangan hukum Indonesia, kisaran usia 20-25 tahun bagi wanita tidak masuk dalam lingkup usia dini untuk menikah. Menurut UU Perkawinan nomor 1 tahun 1974 pasal 7, usia layak nikah untuk pria adalah 19 tahun, dan 16 tahun bagi pihak perempuan. Peraturan ini banyak dianggap secara eksplisit bertentangan dengan UU Perlindungan Anak yang mematok usia 18 ke bawah dalam kategori anak-anak.

Meski demikian, selain patokan de jure, kita memiliki beberapa ukuran kedewasaan secara sosial yang banyak ragamnya. Lingkungan masyarakat perkotaan modern, menganggap remaja berusia 25 tahun sudah cukup dewasa dan pantas untuk menikah. Namun hal itu masih dengan catatan sudah menyelesaikan jenjang kuliah untuk perempuan, dan sudah memiliki sumber penghasilan bagi laki-laki. Hal itu mencerminkan orientasi hidup perkotaan yang didominasi oleh nilai-nilai material dan prestise. Sementara, data BKKBN mengungkapkan bahwa lebih dari seperempat (26,9%) jumlah pernikahan melibatkan perempuan dalam usia dibawah 16 tahun—alias pernikahan dini. Hal ini mengingat bahwa mayoritas penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan dalam kelas ekonomi menengah ke bawah. Dus, terlihat adanya rentang kesenjangan yang cukup lebar berkenaan dengan pandangan tentang usia layak nikah bagi remaja diantara kedua teritori sosial-ekonomi tersebut. Read the rest of this entry »

Depresi dapat Dialami Siapa Saja

Menurut seorang ilmuwan terkemuka yaitu Phillip L. Rice (1992), depresi adalah gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku) seseorang. Selain itu gangguan depresi juga merupakan suatu kondisi medis-psikiatris dan bukan sekedar suatu keadaan ‘sedih’, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menderita depresi antara lain menurut Wikipedia antara lain:

  • Faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotransmiter di otak terutama serotonin
  • Faktor psikoedukasi karena tekanan beban psikis, dampak pembelajaran perilaku terhadap suatu situasi sosial
  • Faktor sosio-lingkungan misalnya karena kehilangan pasangan hidup, kehilangan pekerjaan, paska bencana, dampak situasi kehidupan sehari-hari lainnya Read the rest of this entry »