Psikologi Bencana

Bencana adalah gangguan serius terhadap fungsi masyarakat yang menyebabkan kehilang dalam jumlah besar (manusia, harta, lingkungan) yang melebihi kemampuan masyarakat itu menanggulangi dengan kemampuan sendiri.

Ada 3 macam bencana:

1.      Bencana alam , contoh: gempa, banjir, longsor, tsunami, dll

2.      Bencana manusia, contoh: kecelakaan transportasi, dll

3.      Bencana teknologi, contoh: Chernobyle, Lapindo, dll

Durasi dan ukuran bencana:

1)      Spontan, unpredictable, efeknya besar

Contoh : gempa bumi

2)      Predictable, periodik

Contoh: Badai Katrina, Badai Pasir, Perubahan Cuaca

3)      Lama dengan efek panjang

Contoh: Chernobyle

4)      Singkat dengan efek lama

Contoh: kecelakaan

Fase respon orang-orang yang menghadapi bencana:

a) Peringatan               : - Bencana predictable, semakin dini pemberitahuan semakin

banyak persiapan

- Adanya Antisipasi dan persiapan

b) Heroik                     : - Ketika bencana terjadi, korban menerima bantuan, sikapnya

apresiatif (menerima) terhadap bantuan

c) Bulan madu                : - Orang yang membantu dan dibantu mulai mengolah bersama-sama untuk

memulihkan trauma bencana

d) Rekontruksi               :  Menerima dan memperbaiki hidup

Reaksi manusia dalam keadaan darurat :

-          Fokus reaksinya adalah kebutuhan bertahan hidup dan tidak membiarkan diri merasakan emosi.    Karena itu beberapa orang butuh beberapa waktu yang lama untuk kembali situasi psikologi normal. Masing-masing orang juga akan bereaksi berbeda sesuai dengan pembawaannya.

Intensitas dan jenis respon bervariasi, tergantung pada:

a)      Pengalaman sebelumnya

b)      Besarnya kerusakan akibat bencana

c)      Kekuatan emosi - Coping - Atribusi

d)     Lamanya waktu sebelum bantuan datang

Reaksi perilaku korban bencana :

a) Melawan        : Langsung menangani situasi dan problem, korban dapat agresif dan tidak pikir panjang

b) Menghindar   : Menjauhkan diri dari penyebab tekanan, kelur dari rasa tidak nyaman, lari dari masalah

c) Membeku       : Tidak bereaksi, menunggu waktu untuk mendapatkan bantuan, pasif dalam situasi yang memerlukan bantuan.

Tahap emosi pasca bencana :

1) Tahap impact        : Tidak panik, tidak emosi, melakukan apa yang harus dilakukan

2) Tahap inventory    : menilai kerusakan, mencari yang selamat

3) Tahap rescue         : mempercayai penyelamat/bantuan

4) Tahap recovery    : menyadari keterbatasan bantuan, menarik diri dari pemberian bantuan

Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk membantu korban bencana :

a)      membina hubungan, berbicara dengan korban selamat

b)      mendengarkan

c)      empati; penyelamat memperhatikan kekhawatiran atau ketakutan korban

d)     Assurance; memastikan bahwa korban aman

Intervensi non emosi :

a)      menyediakan kebutuhan dasar

b)      memberi informasi keluarga yang selamat

c)      perawatan luka fisik

d)     penyediaan pendidikan

e)      bantuan spiritual

f)       bantuan tempat tinggal

Bagaimana berkomunikasi dengan korban bencana:

1)      beri kesempatan, biarkan dulu jika korban membisu

2)      bahasa non verbal, seperti tepukan bahu, anggukan kepala, kontak mata

3)      beri kesempatan korban mengungkap emosinya

4)      beri umpan balik kata-kata pada korban

Leave a comment

Your comment