PSIKOANALISIS SOSIAL HORNEY
BIOGRAFI
Lahir di Hamburg, Jerman, tanggal 16 september 1885 dan meninggal di New York City tanggal 4 Desember 1952.
Menempuh pendidikan di kedokteran Universitas Berlin dan bekerja di Institut Psikoanalisis Berlin dari tahun 1918 sampai 1932
Ia bersama sejemlah tokoh lain mendirikan Asociation for the Advancement of Psychoanalysist dan American Institute of Psychoanalysist.
Horney sangat berkeberatan dengan konsep Freud, yaitu:
1. Teori Freud terlalu mekanistik dan biologik sehingga tidak bisa menggambarkan keutuhan motivasi dan tingkah laku manusia.
2. Perhatian Freud terhadap inter relasi manusia sangat kecil, sehingga berakibat penekanan yang salah pada motivasi seksual dan konflik.
3. Tingkah laku agresif dan destruksi bukn hereditas seperti yang dikemukakan Freud, tetapi merupakan sarana bagaimana orang beusaha melindungi kemanannya.
4. Freud berpendapat penis envy adalah gambaran wanita yang inferior dan cemburu karena peran kelaminnya lebih rendah dari laki-laki sedang Horney (dan Adler) berpendapat bahwa penis envy adalah simbolik wanita yang menginginkan persamaan status dan kekuasaan seperti pria.
KECEMASAN DAN KONFLIK
KECEMASAN DASAR DAN PERMUSUHAN DASAR
Oleh Horney dinamakan lingkaran setan atau viciosical dimui sejak lahir, bayi membutuhkan kehangatan dan kasih sayang untuk dapat menghadapi tekanan lingkungan. (1) kalau kehangatan cinta dan kasih sayang ini tidak cukup diperoleh, → (2) bayi menjadi marah dan muncul erasaan permusuhan karena dilakukan secara salah itu, → (3) tetapi kemarahan haus direpres agar perolehan cinta dan rasa aman yang hanya sedikit itu tidak hilang sama sekali, → (4) perasaan menjadi kacau, muncul kecemasan dasar dan kemarahan dasar, → (5) kebutuhan kasih sayang dan cinta semakin besar, → (6) kemungkinan akan semakin banyak kebutuhn kasih sayang yang tidak terpenuhi, sehingga semakin kuat pula perasaan marah yang timbul, → (7) perasaan permushan menjadi semakin kuat, → (8) represi harus semakin kuat dilakukan agar perolehan kasih sayang yang hanya sedikit itu tidak hilang, → (9) tegangan perasaan kacau, marah, gusar, mengamuk semakin kuat, → kembali ke (4).
KONFLIK INTERPERSONAL : Kebebasan versus Kesepian
Ada 10 kebutuhan neurotik :
- Kebutuhan kasih sayang dan penerimaan.
Keinginan untuk menyenangkan orang lain dan berbuat sesuai dengan harapan orang lain. Orang itu mengharapkan dapat diterima baik orang lain, sehingga berusaha bertingkah laku sesuai dengan harapan orang lain, cenderung takut berkemauan, dan sangat peka atau terganggu dengan tanda - tanda permusuhan dan penolakan diri dari orang lain, dan perasaan pemusuhan di dalam dirinya sendiri.
- Kebutuhan partner yang bersedia mengambil alih kehidupannya.
Tidak memiliki kepercayaan diri, berusaha mengikatkan diri dengan partner yang kuat. Kebutuhan ini mencakup pernghargaan yang berlebihan terhadap cinta, dan ketakutan akan kesepian dan diabaikan
- Kebutuhan membatasi kehidupan dalam ranah sempit.
Penderita neurotic sering berusaha untuk tetap tidak menarik perhatian, menjadi orang kedua, puas dengan serba sedikit. Mereka merendahkan nilai kemampuan mereka sendiri, dan takut menyuruh orang lain.
- Kekuasaan.
Kebutuhan kekuatan, keinginan berkuasa, tidak menghormati orang lain, biasanya dikombinasikan dengan kebutuhan prestise dan kepemilikan, yang berujud sebagai kebutuhan mengontrol orang lain dan menolak perasaan lemah atau bodoh.
- Kebutuhan mengeksploitasi orang lain.
Menguasai orang lain melalui eksploitasi dan superiorita intelektual.
- Kebutuhan pengakuan sosial atau prestise.
Kebutuhan memperoleh penghargaan sebesar-besarnya dari masyarakat. Banyak orang yang berjuang melawan kecemasan dasar dengan berusaha menjadi nomor satu, menjadi yang terpenting, menjadi pusat perhatian.
- Kebutuhan menjadi pribadi yang dikagumi.
Pengidap neurotic memiliki gambaran diri melambung dan ingin dikagumi atas dasar gambaran itu, bukan atas siapa sesungguhnya mereka.
- Kebutuhan ambisi dan prestasi pribadi.
Penderita neurotic sering memiliki dorongan untuk menjadi yang terbaik.
- Kebutuhan mencukupi diri sendiri dan independent.
Neurotic yang kecewa, gagal menemukan hubungan-hubungan yang hangat dan memuaskan dengan orang lain, cenderung akn memisahkan diri, tidak mau terikat dengan orang lain.
- Kebutuhan kesempurnaan dan ketaktercelaan.
Melalui perjuangan yang tidak mengenal lelah untuk menjadi sempurna, penderita neurotic membuktikan harga diri dan superioritas pribadinya.
KONFLIK INTRAPSIKIS
Menurut Horney, proses intrapsikis berasal dari pengalaman hubungan antar pribadi yang sesudah menjadi bagian dari sistem keyakinan, proses intrapsikis itu mengembangan eksistensi dirinya terpisah dari konflik intrapersonal. Untuk memahami konflik intrapsikis perlu dipahami 4 gambaran diri dari Horney yaitu :
1. Diri rendah (despiset real self)
Konsep yang salah tentang kemampuan diri, keberhargaan dan kemenarikan diri, yang didasarkan pada evaluasi orang lain yang dipercayainya. Evaluasi negatif mungkin mendorong orang untuk merasa dirinya tidak berdaya.
2. Diri nyata (real self)
Pandangan subjektif bagaimana diri yang sebenarnya, mencakup potensi untuk berkembang, kebahagiaan, kekuatan kemauan, kemampuan khusus, dan keinginan untuk “berealisasi diri”, keinginan untuk spontan menyatakan diri yang sebenarnya.
3. Diri ideal (ideal self)
Pandangan subjektif mengenai diri yang sebenarnya, sebagai suatu isyarat untuk menjadi sempurna dalam bentuk hayalan, sebagai kompensasi perasaan tidak mampu dan tidak dicintai.
4. Diri aktual (actual self)
Diri aktual adalah kenyataan objektif diri seseorang, fisik dan mental apa adanya tanpa dipengaruhi persepsi orang lain.
Diri ideal ( Ideal Self )
3 aspek diri ideal neurotik:
1. pencarian keagungan neurotik (neurotic search for glory)
Gambaran orang yang menanggap diri ideal itu nyata memasukkannya secara komprehensif ke dalam aspek hidupnya.
indikasi :1. kebutuhan kesempurnaan
merupakan dorongan untuk menggabungkan keseluruhan kepribadian ke dalam diri ideal. Mereka meraih kesempurnaan dengan membangun seperangkat “keharusan” dan “ketidakharusan yang kompleks”. Ini yang kemudian dinamakan oleh Horney tirani kebolehan ( tyranny of the should ).
2. ambisi neurotic
Adalah pencarian keagungan diri melalui dorongan menjadi superior yang kompulsif. Mereka sacara teratur menylurkan energinya ke aktifitas yang paling berpeluang sukses.
3. dorongan untuk balas dendam
Merupakan dorongan berprestasi-sukses, tetapi tujuan utamanya adalah membuat orang lain malu, sengsara.
2. penuntut yang neurotik
Pencarian keagungan dengan cara membangun dunia fantasi.
3. kebanggaan neurotic
Kebanggaan yang semu, bukn didasarkan pada pandangan diri yang realistik tapi gambaran palsu dari diri ideal.
Menghina Diri
ada 6 cara mengekspresikan kebencian diri:
1. menuntut kebutuhan kepada diri tanpa ukuran
Terus mendorong dirinya sendiri untuk bergerak menuju kesempurnaan.
2. menyalahkan diri tanpa ampun
Menyalahkan diri dengan bentuk yang bermacam-macam.
3. menghina diri
Memandang kecil, meremehkan, mencemarkan, mentertawakan diri sendiri.
4 frustrasi diri
Frustasi diri melakukannya karena benci diri dan dilakukan untuk mengaktualisasi gambaran diri yang rendah.
5. menyiksa diri
Tujuan utama orang neurotik itu membahayakan atau menyakiti diri sendiri.
6. tingkah laku dan dorongan merusak diri
Bisa fisikal atau psikologikal, disadari atau tidak disadari, akut atau kronik, benar-benar dilakukan atau hanya dalam imajinasi.
Mengatasi Konflik
Gaya Hubungan Interpersonal
1. kecenderungan mendekat (moving toward others)
Sebagai usaha untuk melawan perasaan tak berdaya. Sangat membutuhkan kasih sayang- penerimaan dan partner yang kuat yang dapat mengambil tanggungjawab terhadap kehidupannya. Kebutuhan ini merupakan ketergantungan tidak normal ( morbid dependency ).
2. kecenderungan menentang (moving against others)
Orang yang agresif memandang orang lain sebagai musuh, dan memakai strategi melawan orang lain untuk meredakan kecemasannya. Mengeksploitasi orang lain, secara kompulsif, berusaha tampil sempurna kuat dan superior.
3. kecenderungan menjauh (moving away from others)
Untuk mengatasi konflik dasar isolasi, orang justru memisahkan diri. Penderita neurotik mengalami keterdekatan dengan orang lain sebagai pengalaman yang sangat menyakitkan, sehingga menjadi kompulsif menjauhi orang lain memperoleh otonomi dan keterpisahan.
