Menjelang Sidang Sripsi……..

Akhirnya setelah sekian lama aku berkutat dengan skripsiku. Antara ya dan tidak tiap kali harus bimbingan ke dosen, hmmmm….akhirnya aku diijinkan untuk sidang skripsi.Mengerjakan skripsi hampir 2 tahun dengan diselingi mengasuh anak, fiuh sungguh pekerjaan yang gak mudah. Mesti bisa bagi waktu dan perhatian. Selama perjalanan panjang itu inilah akhir muaranya. Meskipun lelah tapi aku masih harus semangat. Minggu depan saatnya aku menunjukkan apa yang aku bisa. Apapun dijawab sejujurnya sesuai dengan yang kukerjakan. …………………..mohon doanya ya semua …………

Termehek-mehek Trans TV beneran gak sih??

Beberapa waktu yang lalu ada seorang tetangga dekatku, meminta tolong padaku. Sambil berderai-derai (heheh…lebay) dia menceritakan tentang hubungannya dengan suaminya, yang dengan berbagai masalah akhirnya membuat suaminya pergi meninggalkannya. Sebagai seorang tetangga baru, tentunya ini hal pertama yang mengagetkanku, kok dia percaya ma aku ya, bukannya kita kenal aja belum ada hitungan bulan. Hmmm…tapi dengan berbekal perasaan kasihan dan masih tertegun mendengarnya bicara sambil sesekali mengusap air matanya menahan sedih, akhirnya kutahu apa tujuannya bercerita padaku.

Ternyata suatu hari ketika ia berkunjung ke rumahku, tanpa sengaja melihat suamiku sedang surfing di internet. Tiba-tiba secercah harapan muncul di pikirannya. Kenapa tidak minta tolong pada aku saja, yang notabene punya suami yang kerjaannya tiap hari surfing di internet untuk mengirimkan kisahnya dan meminta bantuan pada tim Termehek-mehek Trans TV.

Oke, aku langsung aja mengiyakan keinginannya tanpa basa basi. Toh untuk membantu mengirimkan kisahnya saja tak butuh mengeluarkan dana sepeser pun. So, dengan sukarela kutuliskan kisahnya dengan segala bumbu2nya. Namun, menjelang waktu untuk mengirimkannya, aku sempat bertanya-tanya dalam hati, bener gak sih Termehek-mehek itu memang tujuannya menolong orang-orang yang ingin dibantu pencarian terhadap orang-orang terdekat?. Kok terkadang keliatan kayak dah disetting ya, bahkan kadang lebih mirip sinetron.

Masa tiap cari orang selalu diwarnai konflik, mulai dari yang ringan sampai parah. Kalo emang beneran reality show, tentunya kalo di suatu tempat terjadi konflik yang mengundang banyak orang gitu kan, besoknya dah muncul beritanya di surat kabar daerah itu. Kok ini tenang-tenang aja. Masa ada klien yang sampai mau bunuh diri juga gak jadi berita?. Lha terus jadi makin bertanya-tanya kalo pas ngeliat presenternya dimaki-maki orang, atau kadang ikut dipukul segala, masa gak ada tindakan hukum yang dilakukan ma tuh presenter. Melaporkan ke polisi atas tuduhan penghinaan kek, atau tuduhan penganiayaan ringan, juga gak dilakuin.

Aku sih masih postif thinking ja, sebelum da klarifikasi apapun dari Termehek-mehek. Serta tetap dengan setia membantu tetanggaku mengirimkan kisahnya. Setidaknya membuat hatinya puas, bahwa dia yang membutuhkan bantuan untuk mencari suaminya yang hilang ini bisa segera mendapat bantuan. Dan, aku masih bingung apakah Termehek-mehek itu drama reality atau reality show???.

Didera sakit cacar air yang tak disangka-sangka.

Sudah hampir seminggu bergumul dengan yang namanya demam, gatal, nyeri sendi, gak nafsu makan en lemes bin males ngelakuin pa ja. Beneran gak nyangka ikhwal aku habis rekreasi ke Taman Safari malah pulang bawa oleh-oleh penyakit yang nurut aku bikin jijik. Bayangin aku yang awalnya mengira kena radang usus buntu, karena memang perutku yang sebelah kanan bawah terasa sakit, ehhh…gak tahunya malah cacar air yang menyebalkan ini. Dia datang gak disangka-sangka trus bikin sekujur tubuhku kayak lautan bintil2 merah berisi cairan. Sungguh kalau ini bukan tubuhku sendiri, sudah lari jauh-jauh en gak bakal ada kamusnya aku mau ngeliat muka orang yang kena cacar air.

Duh Tuhan, mungkin penyakit ini memang menyakitkan tapi kata orang ini juga membawa berkah buat aku. Karena gak perlu membayar vaksin mahal-mahal demi ngedapetin antibodinya, cukup menahan demam plus gatal en nyeri sendi serta menyediakan pasokan kepercayaan diri tingkat tak terbatas karena muka en kulit bopeng-bopeng gak karuan selama 2 – 3 minggu. Walhasil antibody cacar air pun bisa kita dapetin. Yah, namanya juga antibody mahal, mana ada yang gratis, harus ada pengorbanannya kan?heheheh.

Tapi dari semua itu yang aku paling takutin justru karena penyakit ini jenis penyakit menular. Namanya aja virus Varisella Zoster. Apalagi penularannya bisa lewat udara, pernafasan, kena cairan yang melepuh dari bintil-bintilnya. Fiuh, gimana coba aku kan masih menyusui anakku. Meskipun dia dah 20 bulan en dah makan apa saja, tapi tetep asupan utamanya masih dari aku. Karena dia gak begitu suka susu formula. Yah, baru-baru ini aja dia mulai suka susu formula jenis UHT yang biasanya di botol-botol kecil atau kotak kardus kecil. Tapi tetep susu itu gak bisa menggantikan ASI di mulutnya. Meskipun sudah habis 2 kardus kecil susu UHT tetep kalau tahu ada aku lewat, pasti minta minum ASI juga. Apalagi kalau malam beneran gak bisa tidur tanpa ASI. Wong pernah dicoba dia dibiarin tidur sendiri tanpa ASI, pas tengah malem nangis jerit-jerit gak karuan liat ASInya gak ada di sebelahnya. Mending juga kalo dia mau ASI yang diperah, dia menganggap ASI itu ya yang langsung minum dari ibunya, selain itu bukan ASI.

So, dengan segala daya upaya dan kekuatan dari ibu yang berniat baik serta tulus demi hidup anaknya (walah,walah…)ya ahirnya tetep kasih ASI deh. Dengan berbekal masker, baju en celana panjang serta kerudung yang menutupi dada, tetep maju terus kasih ASI. Tentunya sambil terus komat kamit berdoa supaya anakku gak tertular penyakitku. Beneran Allah, pintaku plizzzz sembuhin aku secepatnya en jangan biarin seorang pun tertular penyakitku terutama my baby Bajramaya.Rasanya kangen banget cium anakku. Hiks, gara-gara cacar air berasa jauh ma dia. Kasihan juga kadang kalo ngeliat dia merasa tak sisihkan atau gak tak pedulikan. Padahal sunggung bukan itu Nak, maksud Emak. Emak hanya ingin menjaga Rama biar gak pernah tertular penyakit yang menyedihkan ini. Luph u my son.

Susahnya anakku makan nasi

Kenapa ya begitu susahnya anakku makan nasi. Entahlah seperti momok saja nasi putih itu baginya. Makanan apapun masih mau dimakannya tapi tidak untuk nasi putih. Tapi jika nasi dibuat menjadi nasi goreng dia mau makan. Tapi ya tetap tidak sebanyak dia makan mie. Atau kentang goreng, atau bahkan juga singkong goreng. Waduuuuwww….meskipun dia kurus kuakui ketahanan tubuhnya memang bagus. Karena mungkin begitulah hasil anak ASI Eksklusif. Tapi kayaknya dia lebih dari sekedar eksklusif ASInya. Sampai detik ini dia masih minum ASI, dan itulah satu2nya asupan makanan yang tak pernah ditolaknya sama sekali.

Seberapa cemaskah ibu hamil?

Buat sapa aja wanita atau ibu yang sekarang sedang hamil trimester pertama, kedua atau ketiga, atau juga yang pernah hamil, atau yang sekarang sedang punya saudara, teman, atau tetangga yang lagi hamil, mohon bantuannya buat ngisi angketku tentang ibu hamil yah. Gak susah kok cukup disilang aja ngejawabnya en jawab berdasarkan pengalaman yang dirasain selama masa kehamilan

Angketnya bisa didownload di Skala. Untuk jawabannya bisa dikirimkan di emailku di utty@endonesa.net

Buat perhatian en bantuannya aku ucapin makasih banyak ya….

garap skripsi…..

fiuh…hari-hari yang melelahkan. Beberapa hari ini mesti nyari 30 orang ibu hamil yang sedang hamil anak pertama en lagi trimester ketiga. Lumayan, bikin diri bercapek-capek ria, bermanis-manis ria buat dapetin orang yang ngisi skalaku. duh, moga segera dapet kekurannnya yah. aku dah dapet 12 orang neh, kurang 18 lagi. ayo semangat…..

pokoknya aku targetin desember ini dah dapet plus dah ngitung2. aku gak boleh menyerah. Tuhan, please help me yah…..

GANGGUAN JIWA YANG DIALAMI ANAK AKIBAT PERCERAIAN

Perceraian berhubungan dengan konsekuensi psikologi, emosional, ekonomi dan pisik. Anak-anak yang tinggal di lingkungan seperti itu benar-benar tidak belajar banyak mengenai harmoni dan apa yang dipertaruhkan untuk kebahagian dan hubungan yang sukses.

B.D. Schmitt, M.D. (1999) (dalam Nilakusmawati, 2008), mengungkapkan dampak perceraian terhadap anak berbeda menurut usia.

a. Anak Pra Sekolah “Preschool Child” ( 3 - 6 Tahun)

Anak pra sekolah cenderung memiliki keterbatasan dan kesalahan persepsi mengenai perceraian. Mereka memiliki sifat ego yang tinggi dan kaku mengenai hal benar dan salah. Karenanya ketika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka, mereka biasanya menyalahkan diri mereka sendiri berdasarkan dugaan kelakuan yang tidak baik yang telah mereka lakukan. Anak usia ini seringkali menafsirkan kehadiran orang tua sebagai suatu penolakan personal, atau kekhawatiran bahwa mereka juga akan menjadi terbuang/terkorbankan. Pada tahap masa kecil ini juga sifat terbentuk oleh fantasi. Anak mungkin mengingkari kenyataan dan sangat mengharapkan orang tuanya bersatu kembali. Disamping itu, mereka pada umumnya kembali berkelakuan seperti bayi; menghisap jempol, ngompol, pemarah, melengket dgn selimut atau mainan favoritnya. Mereka secara umum menjadi takut terhadap sisi gelap dari sesuatu atau perpisahan dari sesuatu hal.

b. Usia Sekolah “The Older School - Aged” ( 6-9 Tahun)

Tingkah laku yang berhubungan dengan perceraian pada anak usia sekolah ( 6 - 9 tahun) , pada saat anak mencapai usia sekolah, mereka tidak lagi mengatasi dengan mengingkari realitas dari perceraian. Mereka sepenuhnya sadar menerima sakit dan kesedihan, benar-benar merindukan kerukunan kembali. Mereka cenderung memandang hidup dalam sisi hitam dan putih, dan cenderung menyalahkan salah satu dari orang tua sebagai penyebab perpisahan. Anak laki-laki khususnya berdukacita atas kehilangan ayahnya dan seringkali melimpahkan kemarahan pada ibunya. Read the rest of this entry »

Buah Maja

Maja ( Aegle marmelos (L.) Corr) merupakan  tanaman  tahunan dengan tinggi sekitar 10-15 meter. Pohon Maja memiliki batang berkayu, bulat, bercabang, berduri, berwarna putih kekuningan. Daun tersebar pada batang muda, lonjong, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi atau berlekuk, panjang 4-13,5 cm, lebar 2-3,5 cm, berwarna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, panjang 1-1,5 cm, berwarna putih. Buah bentuk bola, diameter 5-12 cm, berdaging, berwarna cokelat. Bijinya pipih berwarna hitam (http://www.idionline.org/_05_infodk_ obattrad11.htm, diakses 19 Agustus 2007)

Pohon Maja tumbuh liar hutan kering (dry forest ) seperti di  bukit dan dataran  disebelah tengah dan selatan negara India dan Myanmar, Pakistan  Bangladesh. Pohon ini juga terdapat di Srilanka dan Malaya utara, serta area Pulau Jawa yang lebih kering. Tanaman Maja ini juga dapat tumbuh di lingkungan yang keras seperti suhu yang ekstrem, misalnya dari 49°C pada musim keinarau sampai -7°C pada musim dingin di Punjab (India). Bagian dari pohon Maja yang dapat digunakan adalah buah Maja (Aeglis marmelosi Fructus), daun Maja(Aeglis marmelosi Folium), kulit kayu, dan akar Maja(Aeglis marmelosi Radix).

.Buah Maja adalah buah-buahan jenis subtropis yang hidup di ketinggian 4,000 ft ( 1,200 m)  temperatur naik untuk 120º F ( 48.89º C) keteduhan di musim panas dan turun untuk 20º F (- 6.67º C) di musim dingin.Buah ini tidak terlalu populer di masyarakat karena memiliki rasa pahit, sehingga jarang ditemui di pasar-pasar tradisional maupun toko-toko yang menjual buah-buahan. Bahkan,   Buah Maja juga dijadikan legenda cerita tentang asal muasal nama Kerajaan Majapahit. Kandungan Kimia yang terdapat dalam buah Maja adalah Marmelosin, minyak atsiri, pektin, tanin, vitamin C, gula dan zat pati seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Komposisi setiap 100 g bagian buah yang dapat dimakan

Water 54.96-61.5 g
Protein 1.8-2.62 g
Fat 0.2-0.39 g
Carbohydrates 28.11-31.8 g
Ash 1.04-1.7 g
Carotene 55 mg
Thiamine 0.13 mg
Riboflavin 1.19 mg
Niacin 1.1 mg
Ascorbic Acid 8-60 mg
Tartaric Acid 2.11 mg

Read the rest of this entry »

Gangguan Kecemasan pada Wanita Hamil Trimester Ketiga

Melahirkan memang suatu proses yang alami dan menimbulkan rasa sakit. Namun banyak wanita yang merasakan sakit tersebut lebih parah dari seharusnya karena banyak dipengaruhi oleh rasa panik dan stress. Hal ini disebut fear-tension-pain concept (takut-tegang-sakit), dimana rasa takut menimbulkan ketegangan atau kepanikan yang menyebabkan otot - otot menjadi kaku dan akhirnya menyebabkan rasa sakit (Hypno-birthing, 2006). Priest (1994) menyatakan bahwa “Salah satu sumber kecemasan adalah kehamilan”. Kehamilan merupakan suatu periode kritis dalam kehidupan seorang wanita. Hal ini sesuai dengan pernyataan  bahwa “Salah satu periode kritis dalam kehidupan seorang wanita adalah saat ia hamil” (Dagun, 1990). Menurut Mochtar, R (1998:179) (dalam Anggra, 2008) ketakutan ibu menghadapi persalinan terutama primigravida, berkaitan dengan emosi ibu yang berpengaruh pada proses persalinan. Kecemasan persalinan pertama merupakan perasaan atau kondisi psikologis yang tidak menyenangkan dikarenakan adanya perubahan fisiologis yang menyebabkan ketidakstabilan kondisi psikologis. Hal ini berkaitan dengan pengalaman baru yang dialami ibu hamil serta masih terbatasnya pengetahuan tentang kehamilan. Read the rest of this entry »

Psikologi Bencana

Bencana adalah gangguan serius terhadap fungsi masyarakat yang menyebabkan kehilang dalam jumlah besar (manusia, harta, lingkungan) yang melebihi kemampuan masyarakat itu menanggulangi dengan kemampuan sendiri.

Ada 3 macam bencana:

1.      Bencana alam , contoh: gempa, banjir, longsor, tsunami, dll

2.      Bencana manusia, contoh: kecelakaan transportasi, dll

3.      Bencana teknologi, contoh: Chernobyle, Lapindo, dll

Durasi dan ukuran bencana:

1)      Spontan, unpredictable, efeknya besar

Contoh : gempa bumi

2)      Predictable, periodik

Contoh: Badai Katrina, Badai Pasir, Perubahan Cuaca

3)      Lama dengan efek panjang

Contoh: Chernobyle

4)      Singkat dengan efek lama

Contoh: kecelakaan

Fase respon orang-orang yang menghadapi bencana:

a) Peringatan               : - Bencana predictable, semakin dini pemberitahuan semakin

banyak persiapan

- Adanya Antisipasi dan persiapan

b) Heroik                     : - Ketika bencana terjadi, korban menerima bantuan, sikapnya

apresiatif (menerima) terhadap bantuan

c) Bulan madu                : - Orang yang membantu dan dibantu mulai mengolah bersama-sama untuk

memulihkan trauma bencana

d) Rekontruksi               :  Menerima dan memperbaiki hidup Read the rest of this entry »

←Older